Shalahuddin Al-Ayyubi : Pahlawan Islam Pembebas Baitul Maqdis

Kategori: Biografi | 19 Kali Dilihat
Shalahuddin Al-Ayyubi : Pahlawan Islam Pembebas Baitul Maqdis Reviewed by Golden Youth Store on . This Is Article About Shalahuddin Al-Ayyubi : Pahlawan Islam Pembebas Baitul Maqdis

Penulis : Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi Penerbit : Pustaka Alkautsar ISBN : 9789795926139 Cover : Hard Cover Halaman : 772 Halaman Berat : 1000 gr Ukuran : 16 x 24,5 cm Shalahuddin Al-Ayyubi adalah sosok pahlawan Islam yang lengkap. Ia adalah seorang Sultan (raja) yang adil, panglima perang, mujahid… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 160.000

Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : GYS-SAPIPBM
Stok Tersedia
1 Kg
07-11-2022
Detail Produk "Shalahuddin Al-Ayyubi : Pahlawan Islam Pembebas Baitul Maqdis"

Penulis : Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi
Penerbit : Pustaka Alkautsar
ISBN : 9789795926139
Cover : Hard Cover
Halaman : 772 Halaman
Berat : 1000 gr
Ukuran : 16 x 24,5 cm

Shalahuddin Al-Ayyubi adalah sosok pahlawan Islam yang lengkap. Ia adalah seorang Sultan (raja) yang adil, panglima perang, mujahid Islam, ulama yang faqih, politisi ulung, penuntut ilmu, ahli ibadah, seorang zahid (meninggalkan kemewahan dunia), serta pemimpin yang pemurah dan penuh belas kasih. Shalahuddin pernah mencapai kekuasaan politik yang luas di Mesir dan Syam, sehingga cukup mengkhawatirkan bagi Khalifah Abbasiyah. Namun dia sangat loyal kepada Khalifah Abbasiyah, tidak berniat memberontak; bahkan dia berjasa mengangkat wibawa Khilafah Abbasiyah di mata kaum Muslimin sedunia.

Deskripsi

Tahukan Anda tentang kisah di balik sosok Shalahuddin Al-Ayyubi, berikut kami sampaikan sedikit diantaranya:

Perang Salib (Crusade) adalah perang terlama antara komunitas Islam dan Kristiani. Ia berlangsung hampir dua abad, sejak tahun 1095 sampai 1291 M.

Perang Salib merupakan proyek besar yang dipelopori oleh Paus Urbanus II, terutama sejak pertemuan kaum Kristiani di Clermont, Perancis Selatan. Perang ini bukan hanya untuk menolong Kerajaan Bizantium yang mendapat serangan dari Dinasti Saljuk, tetapi juga untuk menunjukkan dominasi Gereja Barat atas Gereja Timur (berpusat di Konstantinopel).

Ide dasar yang memicu serangan kaum Salib ialah ingin merebut Baitul Maqdis (Al-Aqsha) dari tangan kaum Muslimin, karena ia diyakini sebagai tempat suci kaum Kristiani. Sedangkan ide dasar perlawanan Islam, ialah keyakinan bahwa Baitul Maqdis adalah tempat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad n, merupakan Kiblat pertama kaum Muslimin, dan kota suci ketiga setelah Makkah dan Madinah.

Perang Salib terjadi secara bergelombang, lintas generasi, lintas kekuasaan politik, dan lintas realita zaman. Pusat konflik terdapat di wilayah Syam (kini Suriah, Palestina, Libanon).

Kekuasaan Islam yang terlibat dalam front Perang Salib, meliputi Kesultanan Saljuk, Dinasti Zanki (Imaduddin Zanki dan Nuruddin Mahmud), Dinasti Ayyubiyah, serta Dinasti Mamalik. Shalahuddin Al-Ayyubi muncul dari kekuasaan Dinasti Ayyubiyah.

Shalahuddin Al-Ayyubi adalah sosok pahlawan Islam yang lengkap. Ia adalah seorang Sultan (raja) yang adil, panglima perang, mujahid Islam, ulama yang faqih, politisi ulung, penuntut ilmu, ahli ibadah, seorang zahid (meninggalkan kemewahan dunia), serta pemimpin yang pemurah dan penuh belas kasih.

Saat baru dilahirkan, bayi Shalahuddin telah melalui cobaan. Ketika itu keluarga besarnya mendapat ancaman besar, sehingga harus berpindah ke Damaskus secara diam-diam. Dalam proses perpindahan ini bayi Shalahuddin sering menangis, sehingga membuat ayahnya kehilangan kesabaran. Namun sang ayah diingatkan, bahwa bayi (Shalahuddin) tidak memiliki kesalahan apapun, sehingga tidak layak mendapat sanksi.

Sosok yang menjadi inspirasi Shalahuddin Al-Ayyubi adalah Nuruddin Mahmud Zanki. Ia adalah guru, pembimbing, sekaligus teladan. Missi membebaskan Baitul Maqdis telah dimulai oleh Asy-Syahid Nuruddin Zanki, lalu berhasil ditunaikan Shalahuddin.

Shalahuddin pernah mencapai kekuasaan politik yang luas di Mesir dan Syam, sehingga cukup mengkhawatirkan bagi Khalifah Abbasiyah. Namun dia sangat loyal kepada Khalifah Abbasiyah, tidak berniat memberontak; bahkan dia berjasa mengangkat wibawa Khilafah Abbasiyah di mata kaum Muslimin sedunia.

Tag: , , ,